• 28

    Sep

    Nasionalisme Memudarkan Semangad Keagamaan

    Tahun ini merupakan tahun ketiga saya menuntut ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Ilmu Politik. Puji Tuhan, selama kuliah disini tak ada hambatan berarti untuk masuk ke dunia Politik yang sedikit berbau Islam, toh saia memiliki dasar akidah agama yang kuat dalam keluarga. Yah memang keluarga saia adalah masih keturunan kyai sunan Gunung Djati (Wali keturunan chinese) dan Gusti Syeh Nur Djati (Au, saia gatau siapa dia tapi dia di jadikan nama UIN Cirebon), dari keturunan Nyokap yang bener-bener anak seorang kyai pesantren. But bokap pure chinese-javanese. Apa degh kok cerita keluarga, Yuk lanjut cerita ke UIN lagi,,, hehehe Awalnya saia tak mengerti politik, whats the mean!! karena saia lebih tertarik kepada salah satu jurusan lain di fakultas ushuluddin. Yakz akhirnya saia l
  • 30

    Dec

    Islam di Kampus Islam

    Kampus II Universitas Islam Negeri Syarif Hidaytullah Jakarta, kampus yang terletak di jalan kertamukti itu hanya di isi oleh fakultas ilmu kesehatan dan kedokteran, Fakultas psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Sekolah Pasca Sarjana. Kampus yang luas dengan mahasiswa yang relatif banyak (kalau tidak mau di katakan terlau banyak) memiliki Syahida Inn yang berfungsi sebagai hotel dan tempat balai pertemuan, entah meeting, acara pernikahan, serta acara perpisahan sekolah. Kampus ini tergolong lengkap sekali dengan banyaknya fasilitas yang ada. Akan tetapi, Kampus yang berlabel Islam ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya sarana untuk beribadah kepada Tuhan dengan bentuk fasilitas MASJID. fasilitas untuk beribadah hanya ada di tiap-tiap fakultas itupun memiliki porsi ru
  • 2

    Dec

    Bangga dengan Hanacaraka, WHY NOT?

    Berlatih bahasa asing di dunia globalisasi memang sangat penting. Tetapi bahasa ibu harus tetap di pertahankan, bahasa ibu faktor menentukan seseorang dalam kesuksesannya. Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu yang mungkin sebagian orang bersuku jawa tidak mengenal bahasa Jawa sebagai tulisan yang baku, mereka hanya dapat mengucapkan bahasanya saja, tetapi mereka buta huruf Jawa yang lebih sering di kenal dengan Hanacaraka atau Carakan. Bentuk hanacaraka yang sekarang dipakai (modern) sudah tetap sejak masa Kesultanan Mataram (abad ke-17) tetapi bentuk cetaknya baru muncul pada abad ke-19. Aksara ini adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai or
  • 21

    Nov

    Korean Partikel

    1. ??( )??. 2.?( )???. 3. ??( )???. 4.??( )????. 5. ??( ) ??( )??? 6. ?? ????( )?????? 7. ??( )??( )????. 8.??( )???? 9. ??( )?????? 10.??( )????? 11.???( )? ??? 12. ? ?? ?( )???. 13.??( ) ?????? 14.??( )??( )???? 15.??( )?? ???. 16.?? ??( )???? 17.??( )???. 18.???( ) ??( )??. 19.??( )????. 20.??( ) ??( )?? ( )??? 21.??( )????? 22.??( ) ? ???? 23.???( )???? 24.???. ???( )???? 25.??( )?? ????. 26.?? ??( )?? ( )????. 27.?? ??( )???, ?? ( )? ???. 28. ?( )??? ???( )??. 29.??( ) ??( )???? 30. ???( )?? 31. ? ?( )???? 32. ??( )??? 33.??( )????. 34.?? ?( )??( )?? 35.???( )?? 36.???( )??. 37.???( )?? ??( )??. 38.?? ??( )( ) ?? ??( )??. 39. ??( )???? 40. ??( ) ?????. 41.??( )???? ???? 42.??( )?? 43.??( )????, ??( ) ??? ???. 44. ??( )??( ) ???. 45.??( ) ? ???? 46. ??( )
- Next

Author

Follow Me