Satu Masalah Besar di Negeri Islam Brunei Darussalam

10 Apr 2012

c1d458593d15da2f57ccf8a17af8bae4_bruneiAda Cerita dari negeri Brunei, and akhirnya aku mengalamain sendiri. Satu Masalah di Brunei yang paling besar yaitu Rasist Agama (Kok Bisa Rasist Agama) Yups karena disini merupakan Negara Kerajaan Monarki Islam. Islam adalah agama yang paling benar dan agama paling baik di mata Allah, oleh sebab itu masyarakat brunei yang notabene beragama Islam dan Melayu, maaf saja sering berlaku tidak adil terhadap umat agama lain. Iya setelah saya mengalamin sendiri, Orang bruneian sering berkata buruk terhadap non Islam, Tenggang rasa mereka kurang sekali terhadap umat beragama lain. Itu perbedaan yang paling mencolok antara islam di Indonesia dan Brunei Darussalam.
Oiya aku baru tahu disini sholat jumat menggunakan doa qunut, entah darimana dalilnya aku belum tahu sekiranya dari google-pun belom jumpa.

Ada seorang Bruneian (orang Brunei) memiliki IC Kuning dan lahir di Brunei akan tetapi agamanya non-muslim, salah satu(semoga cuman satu) dari sekian ribu umat islam yang ada di brunei sangat rasist terhadap mereka, berkata-kata yang tidak-tidak kepada mereka (walaupun berkata di belakang) cakap macam cina, iban, dusun, hindu yang bukan-bukan dan sampai membawa perkara Tuhan agama lain. Apa tidak sakit hati. Astagfirullahaladzim. Mereka juga tahu mereka kafir(sebutan non-muslim di brunei), mereka bruneian-non muslim tahu sedikit agama islam dalam sekolah rendah sampai sekolah menengah karena wajib belajar oleh cik gu dan pihak kerajaan,bukankah menghormati dan menghargai umat agama lain itu harus yah!!
Mereka menghargai ketika adzan mereka mematikan lagu yang di putar, subhanallah
“urang sembahyang aku hormati, orang berdoa aku diam, ceramah agama (yang selalu di terangkan ulih Cigku ku) aku dangar ambil sebagai satu pengahtahuan, langsung aku nada becakap, mana banar tu!” Cakap Bruneian non muslim.

Orang Brunei kalo bicara soal agama gak bisa diam mulutnya, suka menyakiti orang ramai, Boleh saja orang Brunei itu cakap tidak enak tentang non-muslim dengan kata-kata halus. Dengan tidak mengatakan yang menyakitkan. Astagfirullah, jadi inget my boss (bruneian Islam banged) sholat tepat waktu, tapi habluminannas-nya buruk sekali, sering aku dengar dia berkata BABI kepada pembanturumah tangga (amah) dan supirnya (Driver). Terlalu sadis emang, tapi bersyukur my boss orang baik, walaupun kata-katanya sering menyakiti orang Islam walaupun berasal dari Indonesia, mungkin itu kali karakter orang brunei. Hahaha

Saya sebagai penulis juga tidak lepas dari dosa-dosa, Maafkan bila kata-kata ini menyinggung rakyat brunei darussalam but also this my experience juga. Saya mendukung Bruneian stop being racist in your Country. I Love Brunei and My Majesty.
adf1592584823fa3770f94cc7e910c82_racism1


TAGS Brunei Darussalam Brunei Racist Bruneian


-

Author

Follow Me