Nasionalisme Memudarkan Semangad Keagamaan

28 Sep 2011

0912ebde094fa7de750680640989afb7_indonsiaTahun ini merupakan tahun ketiga saya menuntut ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Ilmu Politik. Puji Tuhan, selama kuliah disini tak ada hambatan berarti untuk masuk ke dunia Politik yang sedikit berbau Islam, toh saia memiliki dasar akidah agama yang kuat dalam keluarga. Yah memang keluarga saia adalah masih keturunan kyai sunan Gunung Djati (Wali keturunan chinese) dan Gusti Syeh Nur Djati (Au, saia gatau siapa dia tapi dia di jadikan nama UIN Cirebon), dari keturunan Nyokap yang bener-bener anak seorang kyai pesantren. But bokap pure chinese-javanese. Apa degh kok cerita keluarga, Yuk lanjut cerita ke UIN lagi,,, hehehe

Awalnya saia tak mengerti politik, whats the mean!! karena saia lebih tertarik kepada salah satu jurusan lain di fakultas ushuluddin. Yakz akhirnya saia lebih berani mengambil resiko dan belajar lebih giat untuk memahami apa itu politik. selama 2 tahun yang saia rasakan kuliah di fisip uin jakarta ini, pikiran saia seolah-olah terbentuk menjadi liberal lebih bebas. Saia termasuk orang yang membenci adanya nasionalisme, buat apa sih nasionalisme, nasionalisme hanya akan menimbulkan berbagai macam persoalan kehidupan bersama. Apa itu nasionalisme sendiri yaitu paham yang di buat untuk mengagungkan bangsa sendiri sedikit berbeda dengan paham chauvinisme, Paham ini membuat kita lebih menguatkan pada kebangsaan saja.

Tahukah kamu siapa pencetus paham nasioanalisme? bangsa Israel melalui gerakan misionaris mossad, paham ini muncul seiring memudarnya khilafah islamiyah, paham ini membuat ummat islam terpecah, islam seakan-akan terkotak-kotak antara satu dengan yang lain, inilah siasat kaum yahudi untuk mempecah belah umat islam. Contohnya umat islam indonesia dan umat islam malaysia harusnya bersaudara, tapi mengapa menjadi bermusuhan karena kita umat islam terbentur dogma nasionalis yang harus mementingkan negara daripada agama.

Coba tidak ada paham nasionalisme, umat islam di seluruh dunia yang mayoritas penduduknya beragama muslim, tentu tidak akan menunjukkan identitas kebangsaannya, akan tetapi akan menunjukan identitas keislamannya, jadi pasport atau visa tidak berlaku lagi di negara muslim berkat adanya kepemimpinan khilafah islamiyah. Merindukan masyarakat yang lebih membela agama dari kepentingan apapun, karena di mata Tuhan yang di terima adalah amal dan Taqwa.


TAGS Yahudi Islam Nasionalisme Nasionalism


-

Author

Follow Me