Pan Islamisme: Semangat Menyatukan Umat Islam Dunia

8 Jan 2011

muslim_worldPan-Islamisme (?????? ?????????) adalah sebuah gerakan politik menganjurkan persatuan umat Islam di bawah satu negara Islam - sering Khilafah suatu. Sebagai bentuk nasionalisme agama, Pan-Islamisme membedakan dirinya dari ideologi pan-nasionalis lainnya, misalnya Pan-Arabisme, dengan mengeluarkan budaya dan etnis sebagai faktor utama menuju unifikasi. Pan Islamisme Merupakan Istilah Asal Eropa, Dalam era modern, Pan-Islamisme yang diperjuangkan oleh Jamal al-Din al-Afghani (1839-1897), yang mencari persatuan di kalangan umat Islam untuk melawan pendudukan kolonial dari negeri-negeri Muslim. Meskipun kadang-kadang digambarkan sebagai “liberal”, al-Afghani tidak menganjurkan pemerintah konstitusional tetapi hanya dibayangkan “penggulingan penguasa individu yang lemah atau tunduk kepada orang asing, dan penggantian mereka dengan laki-laki kuat dan patriotik.”

Generasi penerus Al-Afghani adalah Muhammad Abduh (mesir), hubungan Negara dan tanah air, prinsip demokrasi rakyat dan pemerintah dan Rasyid Ridha (lebanon), pembaharuan dalam bidang agama, social, ekonomi, menjauhkan umat dari takhayul. Tahun 1936 Pan Islamisme Muncul sebagai gerakan , Awal munculnya pan islamisme karena kemunduran kerajaan Turki usmani dan kemunculan raja Abdurohman II, munculnya gagasan bahwa politik dan islam harus disatukan. Pan islamisme merupakan gerakan islam murni perlawanan terhadap kolonialisme karena adanya upaya asing untuk melemahkan islam. Pan islamisme untuk menyatukan umat islam di seluruh dunia, karena solidaritas umat melemah. Al-Afghani melihat di antara sebab kemunduran Islam adalah lemahnya persaudaraan antara sesama umat Islam. Karena itu harus dibangun solidaritas umat Islam sedunia (Pan Islamisme) sehingga umat Islam berada dalam pemerintahan yang demokratis. “Kaum Muslimin mundur dalam segala hal lantaran meninggalkan kitab sucinya (al-Quran) dan bangsa Eropa maju lantaran meninggalkan kitab suci mereka (Bibel).” Tujuan pan islamisme, untuk meningkatkan solidaritas muslim untuk melawan imperialisme barat, ingin menciptakan pemerintahan islam. Islam harus bersih dari takhayul kembali murni dan umat islam bersatu. Umat islam lemah karena dominasi asing. Saat itu kaum nasrani memperkuat diri dari kaum islam, bersatu menghancurkan islam, islam dinilai Negara yang bodoh.
Tujuan akhirnya adalah untuk mempersatukan negara-negara Islam yang mampu menghalau campur-tangan Eropa dan mewujudkan kembali kejayaan Islam. Gagasan Pan-Islam merupakan keinginan besar hidupnya. Pembagian dunia Islam menjadi negara-bangsa telah melahirkan untaian baru pan-Islamisme. Pertama, organisasi transnasional seperti Organisasi Negara-negara Islam (OKI) telah dibentuk untuk mengekspresikan sentimen kolektif dan keprihatinan masyarakat Muslim. Pan-Islamisme tetap menjadi arus perasaan dan pikiran-biasanya terkait dengan panggilan untuk keadilan dan harapan-yang berjalan di seluruh masyarakat Muslim dan juga masyarakat minoritas Muslim di Barat.


TAGS


-

Author

Follow Me