Islam di Kampus Islam

30 Dec 2010

b6794f4cec41c1e7d6d22bf209d2afa6_logo_uin_baru1

Kampus II Universitas Islam Negeri Syarif Hidaytullah Jakarta, kampus yang terletak di jalan kertamukti itu hanya di isi oleh fakultas ilmu kesehatan dan kedokteran, Fakultas psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Sekolah Pasca Sarjana. Kampus yang luas dengan mahasiswa yang relatif banyak (kalau tidak mau di katakan terlau banyak) memiliki Syahida Inn yang berfungsi sebagai hotel dan tempat balai pertemuan, entah meeting, acara pernikahan, serta acara perpisahan sekolah.

Kampus ini tergolong lengkap sekali dengan banyaknya fasilitas yang ada. Akan tetapi, Kampus yang berlabel Islam ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya sarana untuk beribadah kepada Tuhan dengan bentuk fasilitas MASJID. fasilitas untuk beribadah hanya ada di tiap-tiap fakultas itupun memiliki porsi ruangan yang relatif lebih sedikit. Sungguh ironis sekali Universitas yang berlabel islam tidak memiliki tempat ibadah seperti masjid. Lain halnya dengan Universitas-Universitas lain yang tidak mengaku atau berlabel islam tapi memiliki tempat untuk beribadah. Apakah Islam di Kampus yang Islam itu hanya sebuah kamuflase saja. Agar, orang lebih tertarik untuk memasukkan anaknya menjadi taat beribadah kepada Tuhannya. tetapi semua itu keliru dengan tidak adanya sarana ibadah ini. Kelemahan yang sangat besar sekali yang bisa di rasakan oleh mahasiswa UIN Jakarta khususnya kampus II ini.

Kemudian permasalahan lain yang ada. Kampus-kampus Islam seperti UIN Jakarta memelihara anjing atau anjing liar masuk ke dalam kampus. Pemandangan yang cukup aneh tentunya, kampus islam dengan suasana kampus islam ada beberapa anjing berkeliaran di sekitar kampus. Baik itu kampus I maupun kampus II, saia dan teman-teman saia sering sekali melihat kejadian ini. Teman saia jadi takut dengan anjing, karena hewan ini najis menurut syariat islam. Hmm, permasalahan yang harus di benahi oleh kampus islam yang akan menuju kampus liberalis dengan sistem kapitalis ini, mengapa saia menyebutkan kapitalis? Tentu hal ini memiliki dasar nya. Kampus Islam ini memiliki kebijakan parkir dan bekerjasama dengan pihak dump parking untuk memasuki pundi-pundi uang dengan tarif parkir yang cukup murah tetapi memberikan keuntungan yang besar bagi pihak kampus. Tarif untuk pengendara bermotor sebesar lima ratus rupiah dan seribu rupiah di kenakan bagi mahasiswa yang menggunakan kendaraan beroda empat.

Dari permasalahan-permasalah yang ada. pantaskah lagi kampus yang mengaku islam ini menggunakan kata islam di dalam penamaannya. Ataukah lebih baik mengganti nama saja dengan nama yang berbau liberal. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari hal tersebut.


TAGS


-

Author

Follow Me