Bangga dengan Hanacaraka, WHY NOT?

2 Dec 2010

HanacarakaBerlatih bahasa asing di dunia globalisasi memang sangat penting. Tetapi bahasa ibu harus tetap di pertahankan, bahasa ibu faktor menentukan seseorang dalam kesuksesannya. Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu yang mungkin sebagian orang bersuku jawa tidak mengenal bahasa Jawa sebagai tulisan yang baku, mereka hanya dapat mengucapkan bahasanya saja, tetapi mereka buta huruf Jawa yang lebih sering di kenal dengan Hanacaraka atau Carakan. Bentuk hanacaraka yang sekarang dipakai (modern) sudah tetap sejak masa Kesultanan Mataram (abad ke-17) tetapi bentuk cetaknya baru muncul pada abad ke-19. Aksara ini adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin.

Sebagai orang jawa yang hidup di Jawa meskipun beretnis China saia mesti cimg2805belajar bahasa jawa kuno ini, karena sekolah mengharuskan untuk belajar bahasa jawa kuno yang sudah hampir punah ini, dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas(seharusnya sampai SMP saja) terus di jejali dengan bahasa ini, membuat saia bosan, tapi memang suatu ilmu yang di pelajari dengan ikhlas akan mendapatkan hasil yang baik juga. Pelajaran pertama yang dapat di ambil dalam mempelajari bahasa ini cukup lumayan, kita dapat mengetahui nama-nama jalan yang biasanya di pakai di kota yogyakarta dan cirebon dengan tulisan ini, saia dengan bangga dapat membaca tulisan bahasa Jawa ini yang sekilas mirip bahasa Thailand.

Pelajaran kedua, bahasa jawa kuno ini mulai sedikit orang yang dapat membaca, memahami dan mengerti, hal itu menjadi nilai tersendiri bagi anda yang dapat mempelajari bahasa ini, karena bahasa jawa kuno ini dapat di ambil di sekolah pascasarjana-nya / Master (S2)nya cuman di Belanda. Hebat bukan, tapi tidak hebat karena yang lebih menyukai kebudayaan jawa lebih kepada orang-orang asing, kita sebagai generasi penerus bangsa saja acuh tak acuh dalam mengembangkan budaya jawa ini, dapat di lihat minat untuk menjadi guru bahasa jawa sangat medikit sekali dan sastra-sastra jawa di universitas-universitas negeri sangat minin sekali di bandingkan dengan sastra asing.

Mengingat sewaktu SMA, teman saia harus belajar keras bahasa Jawa kuno ini karena dia berasal dari sunda, aduh riweuh dagh. Memang Kota kami juga memiliki kecamatan yang pure(murni) Sunda karena memang secara geografis budaya di kami campuran sunda dan jawa tapi lebih dominan ke jawa, jadi Bahasa Jawa kuno ini sebagai bahasa daerah kami. Kembali ke teman saia, walaupun dia berasal dari sunda, semangat belajar bahasa jawa ini cukup tinggi, karena dia harus belajar dari awal sekali beda dengan saia yang sudah cukup kenyang dengan tulisan-tulisan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Awal semester memang cukup buruk karena nilai merah dan her(maklum waktu itu mulai menggunakan sistem KBK/ Kurikulum berbasis kompetensi), dia tidak patah arang untuk berjuang dan akhirnya membuktikan di semester kedua dia memiliki nilai lebih tinggi dari pada saia. Jadi malu mengingat hal tersebut.

Yah mulai sekarang mecoba melestarikan kembali bahasa jawa, dengan membaca majalah penyebar semangat yang terbit di surabaya kalo gak salah, karena Ujar-ujar kuno dalam bahasa Jawa mengandung arti bahwa budi pekerti seseorang atau suatu bangsa (Jawa) akan terlihat melalui bahasa yang dituturkannya. Belajar bahasa jawa kuno memang mudah, tapi sulit di praktekan di dunia yang penuh dengan bahasa-bahasa lainnya.
Baihaqi Zhai

baihaqi


TAGS Hanacaraka Jawa Kuno


-

Author

Follow Me